Jangan Terlalu Berharap Akan Hal-Hal Yang Belum Pasti
Dulu saat saya masih di kampung (kaki bukit di Balige) saya mempunyai 3 induk ayam yang sedang mengerami terlor-telor mereka masing-masing 12 butir. Karena hal itu bertepatan di awal bulan Maret saya sudah membuat suatu kalkulasi dimana saya akan mempunyai ayam yang lumayan besar di bulan Desember (Natal) paling tidak 25 ekor yang bisa saya jual untuk dana segala macam perayaan di bulan Desember samapi tahun baru.
Namun dengan tidak disangka-sangka dan tanpa di undang baru berjalan sekitar 2 minggu mulai mengerami telor nya sang induk yang 3 ekor terjadilah goncangan yang tidak begitu berarti akibat sebuah Gempa Bumi yang terjadi di daerah Tarutung yang mengakibatkan semua telor yang sedang dierami oleh ketiga ekor induk ayam tersebut satupun tidak ada yang jadi anak ayam dan sekaligus membuyarkan segala angan-angan yang sudah saya hayalkan akan saya lakukan di bulan Desember dan Tahun baru.
Sangat benarlah apa yang diungkapkan dalam bahasa BATAK "Don't count your chicken before they are hatched" jangan kita sekali-kali menghitung anak ayam kita sebelum ditetaskan.
Begitu juga kadang dalam hidup selanjutnya dimana kita sudah bekerja dan mempunyai gaji dan setiap akhir tahun kita selalu mendapatkan BONUS yang kita dapatkan pada akhir tahun. Kita sering munduga-duga berapa besar yang akan kita dapatkan yang membuat kita sering salah perhitungan yang akhirnya kita malah ketimpa hutang.
Ditahun 2006 saya mendapatkan Bonus yang cukup besar sehingga saya bisa rasakan indahnya suasana di Akhir Tahun hingga di Awal Tahun (Tahun Baru 2007), dan tiba saatnya menjelang akhir tahun 2007 saya berpikir akan saya dapatkan lebih besar dari apa yang sudah saya dapatkan di akhir tahun 2006 tersebut, sehigga dengan percaya diri yang tinggi telah saya timbulkan suatu utang yang tidak kecil dengan belanja barang-barang dengan Kartu Kredit yang lagi ngetren saat ini dengan perhitungan akan saya lunasi apabila sudah mendapatkan BONUS yang sudah saya buat sendiri perhitungannya.
Tibalah saat-saat yang ditunggu-tunggu BONUS pun dibagikan dengan suatu pengharapan yang akan saya dapatkan akan lebih besar dari apa yang sudah saya dapatkan di tahun sebelumnya, namun tanpa disangka dan tanpa diduga yang saya terima jauh lebih kecil dari apa yang saya bayangkan, jangankan lebih besar samapun dengan yang saya terima dari tahun sebelumnya tidak dan bahkan jauh lebih kecil.
Hal itu membuat saya sangat kecewa, dan bahkan sempat membuat saya merasa malas untuk bekerja kembali karena merasa pembagian BONUS nya tidak adil karena bonus yang kuterima makin kecil bukan makin besar dan untuk membayar hutang yang timbul tadipun tidak cukup.
Oleh karena itu para Pembaca yang budiman saya sarankan jangan kita sekali-kali menghitung-hitung rejeki yang akan kita terima di hari esok, karena jika tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan sangatlah menyakitkan, namun biarlah semuanya mengalir dengan sendirinya tepat pada waktunya.
Selasa, 27 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
Makanya kantormu selalu pikir karyawan dapat bonus itu hebat dan selalu di agung- agungkan (eh...didengung2kan)ke karyawan baru, padahal itu sebuah bukan suatu kepastian. Baiknya kasi tau tuh bahwa yang penting gaji, supaya karyawan dan manajemen nda bisa mangkir akan tugas dan tanggungjawab. Kan yang ditanya berapa gajinya, bukan berapa bonusnya....ciaoooooooo
Posting Komentar