Selasa, 27 Mei 2008

Your Chick

Jangan Terlalu Berharap Akan Hal-Hal Yang Belum Pasti

Dulu saat saya masih di kampung (kaki bukit di Balige) saya mempunyai 3 induk ayam yang sedang mengerami terlor-telor mereka masing-masing 12 butir. Karena hal itu bertepatan di awal bulan Maret saya sudah membuat suatu kalkulasi dimana saya akan mempunyai ayam yang lumayan besar di bulan Desember (Natal) paling tidak 25 ekor yang bisa saya jual untuk dana segala macam perayaan di bulan Desember samapi tahun baru.

Namun dengan tidak disangka-sangka dan tanpa di undang baru berjalan sekitar 2 minggu mulai mengerami telor nya sang induk yang 3 ekor terjadilah goncangan yang tidak begitu berarti akibat sebuah Gempa Bumi yang terjadi di daerah Tarutung yang mengakibatkan semua telor yang sedang dierami oleh ketiga ekor induk ayam tersebut satupun tidak ada yang jadi anak ayam dan sekaligus membuyarkan segala angan-angan yang sudah saya hayalkan akan saya lakukan di bulan Desember dan Tahun baru.

Sangat benarlah apa yang diungkapkan dalam bahasa BATAK "Don't count your chicken before they are hatched" jangan kita sekali-kali menghitung anak ayam kita sebelum ditetaskan.

Begitu juga kadang dalam hidup selanjutnya dimana kita sudah bekerja dan mempunyai gaji dan setiap akhir tahun kita selalu mendapatkan BONUS yang kita dapatkan pada akhir tahun. Kita sering munduga-duga berapa besar yang akan kita dapatkan yang membuat kita sering salah perhitungan yang akhirnya kita malah ketimpa hutang.

Ditahun 2006 saya mendapatkan Bonus yang cukup besar sehingga saya bisa rasakan indahnya suasana di Akhir Tahun hingga di Awal Tahun (Tahun Baru 2007), dan tiba saatnya menjelang akhir tahun 2007 saya berpikir akan saya dapatkan lebih besar dari apa yang sudah saya dapatkan di akhir tahun 2006 tersebut, sehigga dengan percaya diri yang tinggi telah saya timbulkan suatu utang yang tidak kecil dengan belanja barang-barang dengan Kartu Kredit yang lagi ngetren saat ini dengan perhitungan akan saya lunasi apabila sudah mendapatkan BONUS yang sudah saya buat sendiri perhitungannya.

Tibalah saat-saat yang ditunggu-tunggu BONUS pun dibagikan dengan suatu pengharapan yang akan saya dapatkan akan lebih besar dari apa yang sudah saya dapatkan di tahun sebelumnya, namun tanpa disangka dan tanpa diduga yang saya terima jauh lebih kecil dari apa yang saya bayangkan, jangankan lebih besar samapun dengan yang saya terima dari tahun sebelumnya tidak dan bahkan jauh lebih kecil.

Hal itu membuat saya sangat kecewa, dan bahkan sempat membuat saya merasa malas untuk bekerja kembali karena merasa pembagian BONUS nya tidak adil karena bonus yang kuterima makin kecil bukan makin besar dan untuk membayar hutang yang timbul tadipun tidak cukup.

Oleh karena itu para Pembaca yang budiman saya sarankan jangan kita sekali-kali menghitung-hitung rejeki yang akan kita terima di hari esok, karena jika tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan sangatlah menyakitkan, namun biarlah semuanya mengalir dengan sendirinya tepat pada waktunya.

Pokok Anggur

Disaat begitu gemparnya berita dan derita saat naiknya BBM yang berbuntut ke kenaikan harga-harga semua bahan sembako dan bahkan diikuti dengan raipnya Gas Elpiji dari peredaran yang kita cari kemana-mana tidak bisa kita jumpai saat itu juga krisis iman di sebagian besar masyarakat tumbuh begitu subur hingga timbul rasa kawatir yang begitu mendalam yang menjadikan demo di mana-mana.
Namun disebagian orang (Kristen) justru karena hal kenaikan BBM dan melambungnya harga-harga kebutuhan pokok membuat Iman Percaya mereka malah bertumbuh begitu subur, karena mereka melekat di suatu Pokok Anggur Yang Benar.
Yohanes 15:5 "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa."
Kalau kita lihat sebatang pohon tidak ada satupun rantingnya yang tidak tumbuh subur atau tidak dibagi kebutuhan oleh batangnya, yang berarti kalau batang tumbuh subur itu akan dibuktikan oleh daun-daun yang begitu lebat yang melekat disetiap ranting dan tidak ada ranting yang dianaktirikan oleh sang pohon tersebut dan juga tidak ada satupun ranting yang patah tanpa sepengetahuan dari pada pokok pohon tersebut.
Demikian juga halnya dengan kita, apabila kita melekat tepat pada Pokok Anggur yang benar yang menjadikan kita ini menjadi ranting-rantingnya dan bahkan menjadi dahan dari ranting-ranting itu tidak ada alasan untuk kawatir akibat dari melonjaknya harga-harga yang di picu oleh kenaikan harga BBM yang dipelopori oleh pasangan Presiden kita yang ganteng itu SBY - YK karena kita tau semua yang akan kita perlukan akan dicukupkan oleh Bapa kita yang di sorga didalam nama Tuhan Yesus yang telah menjadi Pokok Anggur dan telah menjadikan kita ranting-ranting dan bahkan menjadi dahan-dahan yang melekat dan tumbuh subur di dalamNya.
Oleh karena itu untuk Saudara marilah kita semakin mendekatkan diri pada Dia yang empunya segala sesuatu di dudunia dan disorga yaitu Yesus Kristus yang telah mengorbankan dirinya untuk kehidupan dan keselamatan kita.
Semuanya itu dikuatkan dengan Ayat Firman Tuhan yang tertulis di :
Lukas 12 : 22 - 31
yang berbunyi demikian

22; Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.
23; Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.
24; Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!
25; Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?
26; Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?
27; Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
28; Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya!
29; Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.
30; Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.

31; Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.
Jadi Tuhan kita Yesus Kristus menjamin akan kebutuhan kita apabila kita ada di dalam Dia, jadi kita tidak perlu kawatir akan keadaan ini.
Tuhan Yesus Memberkati kita semua

Crisis Pejabat SUMUT

Hilangnya Sense of Crisis Pejabat Sumut
By Poltak Simanjuntak on May 27th, 2008

Ketika jantung masyarakat miskin di seantero Propinsi Sumut hampir berhenti menyemprotkan darah, akibat pengumuman pemerintahan SBY - JK yang akhirnya “berani” menaikkan harga BBM, hingga 28 %, Pemerintah Propinsi Sumatera Utara, megimbanginya dengan sebuah kejutan baru.

Pengumuman tender proyek APBD Tahun Anggaran 2008 di Harian SIB menuliskan PENGADAAN KENDERAAN DINAS GUBERNUR RP. 1,6 M dan WAGUBSU Rp. 900 Jt, bukannya menjadi pengobat kerisauan terhadap kenaikan harga barang-barang dan ongkos yang sudah mendahuli kenaikan BBM ala SBY - JK ini.

Lebih tragis dan kontras lagi, jika kita membuat pertimbangan lain, yaitu parahnya kondisi jalan di seluruh Propinsi Sumatera Utara, dari jalan propinsi hingga jalan kota dan kabupaten yang seolah-olah ingin menandingi kubangan kerbau itu. Sepertinya, membeli mobil mewah dengan kondisi jalan yang “kupak-kapik” menjadi suatu tontonan lucu dan kebodohan model baru.

Tentu masyarakat hanya dapat mencibir atas keberanian pemerintah daerah yang hingga saat ini dipimpin oleh Drs. Rudolf Pardede, mempertontonkan “ketidakpedulian sosialnya” terhadap penderitaan masyarakat. Sementara, kalangan “pemborong”, mulai kasak-kusuk melakukan pendekatan memenangkan tender pengadaan kenderaan yang terbilang mobil super mewah ini.

Lalu, sebagai kalangan menengah, intelektual, generasi muda, apa yang dapat kita katakan dengan fenomena “bermewah di tengah kemisikinan” ini?

Kalau saya berpendapat, eksekutif dan legislatif di Propinsi Sumatera Utara, sekali lagi gagal menjadi pelayan dan wakil rakyat. Karena tidak mampu menangkap nuansa penderitaan masyarakat yang semakin hari, semakin mengerikan.

Categories: Berita

Senin, 26 Mei 2008

Lakukan Sesuatu Untuk Mencapai Sesuatu

Dulu waktu Manager saya membuat sebuah yel yel dalam devisi tempat saya bekerja yang berbunyi "NO ACTION NOTHING HAPPEND, TAKE ACTION MERRACLE HAPPEND", saya merasa hal itu hanya slogan semata.
Setiap kami ada pertemuan baik itu pertemuan secara acara rutin atau Rapat-rapat lain kalau hanya didalam devisi kami yel yel itu selalu kami ungkapkan dengan bersama-sama yang dipandu oleh salah seorang yang ditunjuk secara bergantian oleh manager kami, namun disaat mengungkapkan dalam hati ini terkadang dan bahkan lebih sering tidak berterima dan terlalu sering berkata "ach semuanya khan dah diatur oleh nasib".

Namun akhir-akhir ini semakin saya pikirkan dan saya coba rasakan ternyata hal itu ada benarnya dan bahkan sangat benar karena tidak mungkin kita memiliki sesuatu tanpa kita memulai melakukan hal-hal yang berhubungaan dengan hal yang kita pikirkan itu. sebagai contoh membuat sebuah BLOG ini ... sudah lama saya pikirkan ingin memiliki sebuah BLOG dan sudah saya bayangkan bagaiman indahnya menulis sebuah tulisan yang akan dibaca oleh banyak orang dalam BLOG tersebut, tapi hari lepas hari, minggu lepas minggu hingga bulan lepas bulan hingga tahun berganti BLOG itu tidak ada karena saya tidak melakukan apapun untuk memulai BLOG tersebut.
Mungkin juga untuk teman, saudara atau siapapun yang akan membaca tulisan ini yang belum memiliki teman hidup, saya beertanya kepada kita semua "sudah berapa lama kita menginginkan teman hidup tersebut? Kriteria apa saja yang kita buatkan untuk calon teman hidup tersebut? Mungkin kita sudah lama dan bahkan sudah lama sekali mendambakan untuk memilikinya tetapi sampai kini mungkin hal itu belum terujud dalam hidup kita dikarenakan kita tidak mumulai sebuah tindakan nyata untuk menggapai hal tersebut.

Jadi yel yel "NO ACTION NOTHING HAPPEND, TAKE ACTION MERRACLE HAPPEND" tanpa melalukan sesuatu tak akan terjadi apa-apa, lakukan sesuatu keajaiban akan terjadi kira-kira itulah arti dari yel yel tersebut memanglah sangat benar dari sebuah contoh nyata lagi saya akan buatkan dimana sudah bertahun-tahun saya ingin memiliki sebuah rumah walaupun secara kreditan namun karena tanpa sebuah tindakan nyata (mencari perumahan dan memulai dengan booking fee atau memulai membicarakan sesuatu dengan pengembang) tidak ada saya lakukan ya sebuah rumah tidak ada saya miliki hal itu sampai 3 tahunan lamannya. Pada akhir tahun 2007 tepatnya di November saya coba memulai mencari perumahan dan tidak berapa lama ketemu sebuah perumahan dan kebetulan ada 1 unit stock rumah yang belum terjual dan saya mulai menanyakan harga rumah, booking fee hingga Uang Muka dan persyararatan-persyaratan untuk pengajuan KPR setelah itu dilanjutkan lagi dengan tindakan nyata lainnya yaitu melengkapi persyaratan-persyaratan tadi hingga ada panggilan dari Bank yang ditunjuk oleh pengembang untuk akad kredit jadilah kini memulai memiliki sebuah rumah. Hal itu terujud hanya karena saya memulai sebuah tindakan nyata bukan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya dimana saya cuman menghayal berharap memiliki rumah tanpa sebuah tindakan.

Oleh karena itu untuk yang membaca tulisan ini saya ajak "bila kita menginginkan sesuatu hal marilah kita melakukan sebuah tindakan nyata agar hal tersebut bisa kita gapai"

Dan apabila kita mengharapkan sesuatu lakukanlah tindakan nyata dengan seakan-akan hal itu telah ada dalam genggaman tangan kita, hal itu akan mempercepat keinginan itu dapat kita capai.

Salam dari penulis



Putra Nagasaribu
Nadolok